Wajib Siapkan Hal Ini Sebelum Budidaya Lobster Air Tawar

By | October 15, 2018

Setiap upaya yang akan dilakukan harus dipersiapkan dengan matang dan matang. Begitu juga dengan budidaya lobster air tawar. Karena bisnis ini terkait dengan makhluk hidup, ia harus dipersiapkan dengan baik sehingga lobster tidak stres atau mati.
Untuk memulai bisnis budidaya lobster, Anda harus memperhatikan dan menyiapkan beberapa hal dasar seperti berikut ini.

Pemilihan lokasi
Pada dasarnya, lokasi tidak menjadi sesuatu yang mutlak dipertimbangkan dalam budidaya lobster air tawar, terutama untuk usaha skala kecil atau rumah tangga. Ini karena budidaya lobster bisa dilakukan di tempat yang tidak terlalu luas. Namun, jika Anda ingin membudidayakan lobster air tawar untuk skala besar atau industri, lokasi adalah hal yang mutlak untuk dipertimbangkan.

Beberapa faktor sosial ekonomi yang harus diperhatikan, yaitu lokasi bisnis tidak termasuk dalam kawasan industri yang padat. Kemudian, tersedia fasilitas dan infrastruktur yang dapat memfasilitasi jalannya bisnis, serta aman dari gangguan luar.

Sumber air
Air adalah kebutuhan utama dalam budidaya lobster. Selain itu, sebagai media internal, air juga merupakan media eksternal untuk lobster. Beberapa sumber air tawar yang dapat digunakan untuk memelihara lobster adalah air sumur dan air ledeng atau air ledeng. Namun, kedua sumber air tersebut tidak dapat digunakan secara langsung, tetapi harus diproses terlebih dahulu.

Kualitas air dapat diketahui dari pH (pH), suhu, kekerasan (DH), kandungan oksigen (O2), dan kandungan karbon dioksida (CO2). Lobster menginginkan air dengan pH 7-8 dengan suhu 20-24 ° C dan tingkat kekerasan air agak lunak, yaitu antara 10-12 ° dH. Sementara itu, konten O2 minimum adalah 7 ppm dan CO2 maksimum 10 ppm.

Pemeliharaan
Bak atau kolam pemeliharaan adalah tempat budidaya lobster air tawar. Bak digunakan untuk memelihara orang tua dan sebagai tempat pembesaran. Bak bisa berbentuk persegi panjang atau disesuaikan dengan area dan bentuk lahan yang tersedia.
Namun, apa yang perlu dipertimbangkan dalam membuat bak atau kolam lobster adalah ukurannya. Ukuran bak ideal adalah sekitar 200 cm × 50 cm. Bak untuk pemeliharaan lobster dibangun dengan campuran semen dan pasir. Ketebalan dinding bak disesuaikan dengan ukuran.

Di bibir atas bak bagian dalam diberikan gelas, porselen, atau sekadar dicuci dengan semen. Tujuannya adalah untuk mencegah lobster keluar dari bak. Lobster air tawar terkenal karena pengembaraannya yang tinggi. Dengan adanya kaca atau porselen yang dipasang di bibir bagian dalam kolam, lobster tidak dapat merayap naik karena kondisi tubuh yang licin.

Ketinggian gelas atau porselen dari bibir atas kolam bawah cukup 20 cm. Sementara itu, dinding bawah ke bagian bawah bak (tinggi hingga 30 cm) diplester dengan semen. Bagian ini juga merupakan batas pengisian air.

Pipa paralon dan roster
Pipa paralon dan roster adalah tempat persembunyian serta tempat berlindung dari cahaya berlebihan, seperti sinar matahari. Diameter dan panjang pipa paralon disesuaikan dengan pertumbuhan lobster. Daftar nama memiliki kelemahan, yang hanya dapat digunakan untuk anakan hingga usia 3 bulan atau panjang tubuh maksimum telah mencapai 7,5 cm.

Aerator
Peralatan budidaya lobster yang juga harus disiapkan, yaitu aerator. Alat ini sangat penting karena tanpa alat ini, sangat mungkin lobster akan mati karena kekurangan pasokan oksigen. Aerator yang digunakan harus disesuaikan dengan jumlah atau ukuran bak mandi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *