Budidaya Nila di Kolam Kecil Sebagai Solusi Lahan Sempit

By | June 8, 2018

Menanam nila di tanah di sekitar rumah sempit membutuhkan kreativitas Anda dalam penerapannya. Jika itu bisa dilakukan dengan baik, itu bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan dan menguntungkan.
Namun, bagaimana Anda menyimpan nila di kolam kecil dengan hasil maksimal?

Saat ini masyarakat semakin pintar, yaitu dengan mengoptimalkan kondisi yang ada agar lebih efektif dan efisien. Salah satunya, yaitu memelihara nila di kolam kecil dengan membuat kolam ikan berupa kolam terpal.

Mengapa harus kolam terpal? Dengan menggunakan terpal, Anda tidak perlu menyediakan area yang luas. Selain itu, tidak perlu menggali jauh ke dalam tanah. Berikut ini akan diuraikan secara singkat tentang cara memelihara nila di kolam kecil dengan memanfaatkan kolam terpal.

Persiapan kolam renang

Kolam harus dibuat dengan kedalaman sekitar 50-75 cm sehingga tersedia ruang yang cukup bagi nila untuk bereproduksi dengan sempurna.

Konstruksi kolam terpal

Jika kedalaman kolam mencapai 50 cm, Anda harus memadatkan dasar kolam dan tepi kolam terbuat dari tanggul yang diperkuat dengan batu bata. Selain itu, beri batu bata ke dasar kolam sehingga dasar kolam menjadi keras dan rata. Kemudian berikan kulitnya merata, maka terpal dapat dipasang segera untuk menghindari kehilangan air.

Pastikan terpal terikat dengan benar ke tepi kolam dengan memberinya batu bata di tepi terpal sehingga tarpaulin tidak mudah berubah bentuknya yang dapat menyebabkan kebocoran air.

Isi kolam dengan air setelah semuanya terpasang dengan benar dan pada saat yang sama periksa ada tidaknya kebocoran. Selanjutnya, kolam dikeringkan lagi untuk tahap persiapan berikutnya.

Pembibitan atau pembibitan

-Benih nila dapat dibeli di Layanan Perikanan setempat atau toko benih ikan.
-Biji yang baik memiliki ukuran 5-10 cm.
– Benih yang sehat dipilih dengan memperhatikan kelincahannya saat bergerak.
-Periksa sistem pengisian dan pembuangan air setelah kolam mengering lagi dan tepi kolam diperkuat.
-Sebelum diisi ulang dengan air, lapisan dasar kolam ditaburi dengan kapur sebanyak 25 gram – 1 kg per m2 dan pupuk kandang sebanyak 1/2 kg per m2 kemudian kolam diisi kembali dengan air.
-Sebelum benih nila ditebar, air harus dibiarkan tergenang selama 5-7 hari untuk menumbuhkan plankton.
-Setelah itu, bibit nila dapat menyebar dengan kepadatan 5-10 ekor per m2 sehingga benih nila dapat tumbuh sehat dan cepat.
-Berikan pakan pelet ikan setiap hari dengan karbohidrat (70%), lemak (70%), protein 20-30%, dan daun.
-Setelah berumur 6 bulan, nila dapat dipanen dengan berat mulai dari 400 hingga 600 gram sehingga sangat cocok untuk dikonsumsi.
-Beberapa ikan nila jantan dan betina yang sehat dipilih dan dipisahkan menjadi kolam terpisah untuk pembibitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *